Abdul Qodir Al-Jaelani :
Berserah Diri Kepada Allah
“Mengeluhkan takdir Allah yang terjadi menandakan matinya agama, tauhid, ketakwaan, dan keikhlasan si pengeluh. Hati yang beriman tidak akan bertanya ‘mengapa’ dan bagaimana’ tentang taqdir.
Memperbaiki Hati
“Perbaikilah hati kalian, karena jika hati kalian baik, baikla seluruh keadaan kalian.” Nasihat ini senada dengan sabda Nabi Muhammad Saw : ‘’Ketauhilah, dalam tubuh terdapat segumpal daging. Bila segumpal daging tersebut itu baik, maka baiklah seluruh tubuh. Namun bila segumpal daging itu rusk, maka rusaklah seluruh tubuh. Daging itu adalah hati.’’
Hati menjadi baik dengan takwa, bertawkal, dan bertauhid kepada Allah serta ikhlas beramal. Sebaliknya, hati menjadi rusak ketika semua diatas tadi tidak terpenuhi.
Tanda Ikhlas
“Keikhlasan dalam diri kalian tampak saat kalian tidak tergoyahkan oleh pujian dan celaan orang lain serta tidak pernah mengharapkan sesuatu dari orang lain.”
Peluruh Kesombongan
“Janganlah sombong dengan amal, karena kesombongan merusak dan melenyapkan amal. Orang yang mengakui pertolongan Allah pasti tidak sombong dengan amal yang dilakukannya.”
Kehidupan itu sesaat
“Jangan sia-siakan kehidupan yang tidak lama ini. Perbanyaklah kebaikan selai mampu Jangan sia-siakan pintu tobat yang masih terbuka. Perbanyaklah doa. Berlombalah berbuat kebaikan dengan amal saleh.”
Cara Memperoleh Ilmu
“Pertama kali ilmu ditangkap dengan hati sanubari, kemusian dengan hati, lalu dengan anggota badan. Bila hendak mengikuti majelisku, masuklah dengan memisahkan diri dari ilmu dan amalmu serta ucapan, keturunan, dan pangkatmu, serta dengan melupakan keluarga dan hartamu. Datanglah dengan hati yang bersih dari selai Allah, Dengan begitu, hatimu akan terbungkus dengan kedekatan dan kemurahan-Nya. Jika itu diakukan, jadilah engkau laksana burung lapar yang terbang pada pagi hari dan pulang dengan perut kenyang pada sore hari.”
Berserah Diri Kepada Allah
“Mengeluhkan takdir Allah yang terjadi menandakan matinya agama, tauhid, ketakwaan, dan keikhlasan si pengeluh. Hati yang beriman tidak akan bertanya ‘mengapa’ dan bagaimana’ tentang taqdir.
Memperbaiki Hati
“Perbaikilah hati kalian, karena jika hati kalian baik, baikla seluruh keadaan kalian.” Nasihat ini senada dengan sabda Nabi Muhammad Saw : ‘’Ketauhilah, dalam tubuh terdapat segumpal daging. Bila segumpal daging tersebut itu baik, maka baiklah seluruh tubuh. Namun bila segumpal daging itu rusk, maka rusaklah seluruh tubuh. Daging itu adalah hati.’’
Hati menjadi baik dengan takwa, bertawkal, dan bertauhid kepada Allah serta ikhlas beramal. Sebaliknya, hati menjadi rusak ketika semua diatas tadi tidak terpenuhi.
Tanda Ikhlas
“Keikhlasan dalam diri kalian tampak saat kalian tidak tergoyahkan oleh pujian dan celaan orang lain serta tidak pernah mengharapkan sesuatu dari orang lain.”
Peluruh Kesombongan
“Janganlah sombong dengan amal, karena kesombongan merusak dan melenyapkan amal. Orang yang mengakui pertolongan Allah pasti tidak sombong dengan amal yang dilakukannya.”
Kehidupan itu sesaat
“Jangan sia-siakan kehidupan yang tidak lama ini. Perbanyaklah kebaikan selai mampu Jangan sia-siakan pintu tobat yang masih terbuka. Perbanyaklah doa. Berlombalah berbuat kebaikan dengan amal saleh.”
Cara Memperoleh Ilmu
“Pertama kali ilmu ditangkap dengan hati sanubari, kemusian dengan hati, lalu dengan anggota badan. Bila hendak mengikuti majelisku, masuklah dengan memisahkan diri dari ilmu dan amalmu serta ucapan, keturunan, dan pangkatmu, serta dengan melupakan keluarga dan hartamu. Datanglah dengan hati yang bersih dari selai Allah, Dengan begitu, hatimu akan terbungkus dengan kedekatan dan kemurahan-Nya. Jika itu diakukan, jadilah engkau laksana burung lapar yang terbang pada pagi hari dan pulang dengan perut kenyang pada sore hari.”
Comments
Post a Comment