DOA LIBIUM-LIBIUM
Libium Tahun, bebek bertelur sepuluh
Libium Tahun, bebek bertelur sepuluh
tragedi-tragedi hitam saling menghimpit
bersama norma merah yang menjuntai gagah.
Libium Nusantara, konflik nano-nano
saling cubit dengan sesama, tapi berbeda selimut
tusuk-menusuk dengan tubuhnya sendiri
Ibu Pertiwi_pun meneteskan air mata darah lagi.
Libium Hitam, di pulau nan elok yang kaya
suara lantang yang muncul dari bagasi tenggorokan
menenggelamkan satu-persatu kesatuan yang dianggapnya
manis
ketidakadilan di ujung tombak
dipandang sebelah mata, berkaca mata hitam.
Libium Sang Perantau Sejati, makanan universal
bertopi lancip
badan bergetar hebat, mereka mabuk
di guyur hempasan-gelombang-gelombang riuh
meninggalkan duka ratus jeritan.
Libium Raja Agresif, di pucuk gunung sejarah
memuntahkan segala kegelisahan yang terpendam
meledakkan liur matahari
bersama- domba-domba neraka
pahlawan_pun tak berkutik.
Libium-libium itu bertasbih
berdo’a pada Ilahi
bersamaan dengan takdir yang kaku.
Comments
Post a Comment