Kesejukan saat melihat parasmu, hai si putih..
Beribu jenis melati timbul di ruang hati
Saat senyumanku terbalas merdu.
Tuhan memberiku segenggam cinta
Batu-batu menganggapnya hanya angin lalu
Sang gerimis menyebutnya racun
Para bintang menganggapnya adalah anugerah
Sedangkan kita menganggap semuanya.
Telah ku bongkar dada ini
Penuh perkamen-perkamen mistis romantis.
Ku coba membacakan isinya di menara keyakinan
Fokus melaju melalui epistel rasa yang bergelombang
Hanya tertuju pada hatimu.
Mengartikannya dengan penuh kehati-hatian
Dengan gurauan-gurauan ketulusan
Tuk mencairkan suasana yang kaku. (13-3-11)
Comments
Post a Comment